lagi-lagi saya bergetar setelah membaca petuah Ust. Rahmat Abdullah..
Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
pikiranmu..
perhatianmu..
berjalan, duduk, dan tidurmu..
bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu tentang dakwah..
tentang umat yang kau cintai..
lagi-lagi memang seperti itu dakwah..
menyedot saripati energimu.
sampai ke tulangmu.
sampai daging terakhir di tubuh rentamu.
Tubuh yang luluh lantak diseret-seret..
tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..
Semalam baru saya memegang angklumg setelah lebih dari 4 tahun tidak menyentuh angklung samasekali.
Jadi inget jj,melon,alvin,ofu,ariman,eja baong. Golongan laki2 yg terbatas diantara seantero dunia perkpaan. Bayangkan saja. Dari sekitar hampir 100 orang yang ada. Lakinya hanya segitu Padahal di angkatan bebek ini meruipakan angkatan dengan lelaki terbanyak…
Airbus has unveiled a futuristic concept for a transparent plane that may be everyday air transport in 2050. With its see-through aircraft cabin, passengers of the future will get a window on the world as they fly through the sky. They will be able to see everything to the sides and in front of them.
The concept cabin unveiled at the Royal Observatory in Greenwich, London, would be a bionic structure that ‘mimics’ the efficiency of the bird bone, claimed the company.
It would provide strength where needed, and also allows for an intelligent’ cabin wall membrane, which controls air temperature and can become transparent to give passengers open, panoramic views.
The company believes that mid-century passengers might be able to enjoy a game of virtual golf or take part in interactive conferences, while the cabin ‘identifies and responds’ to travelers’ needs.
In the ‘interactive zone’ there are virtual pop-up projections taking passengers to whichever social scene they want to be in, from holographic gaming to virtual changing rooms for active shoppers.
The ‘smart tech zone’ is tailored towards the more functional-orientated passenger with what Airbus describes as ‘a chameleon-style offering.’
It aims to meet individual needs ranging from a simple to a complete luxury service, but all allowing ‘you to continue life as if on the ground’.
“Our research shows that passengers of 2050 will expect a seamless travel experience while also caring for the environment,” the Daily Mail quoted Airbus engineering executive vice-president Charles Champion as saying.
“The concept cabin is designed with that in mind, and shows that the journey can be as much a voyage of discovery..
Pagi ini angin semiliir berhembus meniup rimbunnya pepohonan di hutan hujan tropis yang elok ini. Sejujurnya, angin ini tidak berniat untuk menerbangkan apapun Tapi sayangnya tanpa sengaja sangangin membawa benang sari terbang meningalkan rumahnya yang telah lama ia tinggali. Perlahan sangbenangsari mengambang menikmati indahnya alam sambil bertanya-tanya,”kemanakah aku akan dibawa?”. Sangangin pun terdiam membisu karena dirinya pun tak sengaja membawa sang putik pergi ke anai-anai udara. “Mudah-mudahan engkau bisa jatuh di tempat yang baik, Hanya itu yang bias aku katakan.“Ujar sang angin. Tanpa ia sadari sesungguhnya sangangin yang memberikan apresiasi tinggi akan kehidupan baru yang akan lahir di waktu yang akan datang. Benang sari tak pernah tahu akan jatuh dimana(sampai suatu saat ia akan tahu bahwa ia jatuh diatas bantalan empuk bernaama putik). Sesungguhnya sang putik pun sama, tidak pernah tahu apa yang segera menempel pada dirinya. Namun mereka tidak peduli karena tahu setiap hal pasti telah Allah takdirkan. Yang mereka pahami adalah orang tua mereka dulu mengajarkan sebuah kalimat,”Kau tidak akan pernah tahu engkau akan bertemu siapa, tapi selalu tunjukanlah yang terbaik yang engkau miliki karena kamu akan mencapai kemenangan dengan cara itu.” Maka mereka tahu bahwa, tugas ugas mereka hanyalah mengeluarkan yang terbaik yang mereka miliki. Setelahnya berharap bahwa yang bertemu dengan mereka adalah yang terbaik bagi mereka. Mudah-mudahan Allah mempertemukan mereka dengan yang terbaik.
Maka coba renungkan bahwa tugas kita itu adalah bagaikan pertemuan antara benang sari dan putik. Benang sari tidak pernah tahu angin akan membawa dirinya ke kepala putik yang mana. Pun demikian putik tak pernah tahu siapakah gerangan yang akan hinggap di kepalanya. Namun, apapun yang terjadi, pastilah pertemuan tersebut akan menghasilkan bibit-bibit baru dengan pembawaan sifatnya masing-masing yang belum tentu sama antara putik yang satu dengan yang lain, juga benang sari yang satu dengan benang sari yang lain.
Nah, Berhubungan dengan itu, Sesungguhnya realitas hidup kita itu sangat mengenal tingkat randomitas yang tinggi. Siapakah yang pernah tahu bahwa kita akan melihat seorang ibu tiba-tiba melahirkan di dalam angkot? Siapakah yang mengira bahwa dalam waktu 5 menit kedepan kita akan mendapatkan keberuntungan yang sangat besar? Atua ternyata 30 detik lagi nyawa kita akan dicabut izrail?
Maka disinilah skill kita meningkatkan kepekaan untuk mendapatkan manfaat dari setiap hal yang kita kerjakan. Kemudian memberikan respon terbaik yang bisa kita berikan. Bukankah seseorang hany bisa memberikan apa yang ia miliki? Andaikan respon buruk yang keluar, artinya memang diri kitalah berisi hal-hal yang buruk. Hal ini berlaku sebaliknya. Allah telah mengatur hubungan dari setiap hal yang sudah ada. Bahkan Allah pun mengatakan bahwa di lauhul mahfudz dulu Allah telah menentukan rezaeki, jodoh, dan maut kita. Inilah Natural Linkage, hubungan-hubungan rasional yang telah ada dan terencana dari berbagai faktor-faktor random yang tidak pernah kita ketahui. Salah satu cara mengenali kehidupan kita agar kehidupan kita menjadi lebih baik adalah dengan mengenali linkage-linkage yang ada hasil pertemuan factor-faktor random tersebut. Kita tidak akan pernah tahu kapan kebakaran datang, tapi kita harus tahu jika terjadi kebakaran apa yang seharusnya kita kerjakan.
Termasuk dalam da’wah ini akhi wa ukhti. Kita tidak pernah tahu kapan seorang futur, kapan munculnya rasa hati seseorang terhadap lawan jenisnya, kapan rektorat akan menutup LDK kita. Maka kita harus mencoba mencari formulasi solusinya sebelum hal tersebut terjadi.sebagai respon terbaik dari setiap kemungkinan yang ada. Memang tidak semua hal linkagenya bisa kita temukan, tapi sekali lagi. Just do the Best, Insya Allah you’ll get tehe Best/
Goodrich Corporation has unveiled the world’s largest aircraft landing gear test facility at its site in Oakville, Ontario, Canada.
Goodrich, one of the world’s largest suppliers of landing systems for commercial and military aircraft, is providing the body and wing landing gear for the Airbus A380 — the world’s largest commercial airliner. The Oakville test facility was built to accommodate the A380 landing gear.
The facility encompasses 2,100 square meters (22,604 square feet) of floor space. It houses a Super Rig for structural testing which includes strength and fatigue testing of the A380 body and wing landing gears. The test rig rests in a cavity 55 meters long (180.5 feet) and stands approximately 8 meters high (26 feet). In addition to the Super Rig, the facility accommodates rigs for endurance testing.
Officials from Airbus and the Canadian government joined Goodrich employees for today’s unveiling. Addressing the audience, Marshall Larsen, Goodrich Chairman, President and Chief Executive Officer said, “Today’s event is a very proud moment for all of us at Goodrich, and marks another milestone in the development of our relationship with Airbus. When the A380 takes off for its first flight, it will do so with a myriad of Goodrich products on board, from landing gear to the electric power system, air data system, flight controls, evacuation slides, and cargo system, as well as lighting, seating and several structural components.”
Allan McArtor, Chairman, Airbus North America, said, “This event today is symbolic of the global inter-connectivity of our industry. A European airplane manufacturer awards an American aerospace company a contract to build landing gear tested and assembled in Canada for an airplane that will be sold to airlines around the world and operated all over the planet.”
Goodrich’s design and production of the A380′s landing gear systems is truly a global effort. Components for the landing gear system are being made by Goodrich Landing Gear facilities in Cleveland, Ohio; Tullahoma, Tennessee; Oakville, Ontario; and Krosno, Poland. Final gear integration occurs at the Goodrich facility in Toulouse, France before delivery to Airbus’ final assembly line.
Goodrich Corporation, a Fortune 500 company, is a leading global supplier of systems and services to the aerospace and defense industry. If there’s an aircraft in the sky — we’re on it. Goodrich technology is involved in making aircraft fly … helping them land … and keeping them safe. Serving a global customer base with significant worldwide manufacturing and service facilities, Goodrich is one of the largest aerospace companies in the world.
Ich bin Reza. Mein voller name Ist Reza Asriandi Ekaputra. Ich bin in Jakarta jetzt aber Ich komme aus Bandung. Ich warde gradueitenkollege in 2012, Insya Allah…